• banner atas 1
  • banner atas 2
  • banner atas 3
  • new banner
  • umi2
  • karya
  • ppdb

Selamat Datang di Website Resmi SMAN 1 DAMPIT | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMAN 1 DAMPIT

NPSN : 20517738

Jln. Gunung Jati 1138 Dampit


info@sman1dampit.sch.id

TLP : 0341-896285


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 200235
Pengunjung : 51209
Hari ini : 16
Hits hari ini : 62
Member Online : 23
IP : 54.198.205.153
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • teliksandi (Alumni)
    2015-07-10 22:02:05

    6|4
  • teliksandi (Alumni)
    2015-07-10 22:00:10

    6|3
  • teliksandi (Alumni)
    2015-07-10 21:58:14

    6|2
  • teliksandi (Alumni)
    2015-07-10 21:57:30

    6|1
  • Sekar Rahmadyanti Bahtiar (Alumni)
    2014-06-20 09:52:02

    Kangen banget sama situasi hiruk pikuk di SMANEDA..
  • Djunaedi (Tamu)
    2014-06-11 15:10:37

    Bagaimana memajukan anak bangsa?

90 Persen SMA/SMK di Jatim Siap UNBK




 

Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menyatakan 90 persen sekolah SMA/SMK di Jawa Timur telah siap menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Dari total 3.170 lembaga, hanya sekitar 10 persen yang masih belum memastikan kesiapannya. Kami terus mengejar target 100 persen,” kata Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman di Surabaya, Senin.

Saiful mengatakan, masih ada kesempatan satu hari lagi agar seluruh sekolah mendaftar ke Kemendikbud dan menyatakan siap menyelenggarakan UNBK.
“Masih ada sampai besok. Jadwalnya diperpanjang lagi sampai 31 Januari dari sebelumnya pendaftaran UNBK dibatasi Kemendikbud hanya sampai 25 Januari,” ujarnya.

Saiful menjelaskan, jumlah SMA/SMK se Jatim yang telah tercatat sebagai pelaksana UNBK mencapai 2.799 sekolah. Rinciannya, 947 SMA dan 1.425 SMK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.372 lembaga mendaftar sebagai penyelenggara secara mandiri dan 427 sekolah lainnya menggabung ke sekolah lain.

“Sejak awal kita dorong sekolah-sekolah yang tidak mampu menyelenggarakan secara mandiri untuk bergabung saja,” kata mantan Kepala Badan Diklat Jatim itu.

Menurut Saiful, sekolah lebih nyaman dengan memilih bergabung dari pada meminjam sarana komputer ke orang tua atau wali murid. “Sekolah yang pinjam ke orang tua berkurang. Karena ini kerap jadi miss persepsi. Sehingga sekolah lebih banyak usaha sendiri melalui pengadaan maupun menggabung,” kata dia.

Apalagi, lanjut Saiful, jadwal UNBK antara SMA dengan SMK tidak bersamaan. Upaya melaksanakan UNBK secara 100 persen ini, lanjut Saiful, tidak berlaku bagi wilayah kepulauan. Ini lantaran jaringan internet di kepulauan belum mampu diakses, seperti Bawean dan Sumenep. Untuk itu, di wilayah tersebut akan menggunakan naskah soal cetak.

 

SUMBER : https://surabaya.memo-x.com



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas