Dari Sekolah untuk Generasi Sehat: School Food Care (SFC) SMAN 1 Dampit Resmi Dibuka Kadisdik Jatim
Dampit, 27 Agustus 2025 – SMAN 1 Dampit resmi meluncurkan program unggulan School Food Care (SFC) pada Rabu, 27 Agustus 2025. Peresmian dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., didampingi oleh Suhartatik, S.Pd., M.Psi. (Kepala Bidang Pembinaan SMA), Dr. Indiyah Nurhayati, M.Pd. (Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang), serta perwakilan MKKS SMA Kabupaten Malang.
Program School Food Care Jawa Timur adalah inisiatif yang mengubah lahan kosong di sekolah menjadi laboratorium alam untuk menanam tanaman pangan, sayur, dan buah. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan makanan sehat dan bergizi bagi siswa, serta menanamkan jiwa wirausaha, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap isu pangan dan lingkungan sejak dini.
Foto bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai dan jajaran didampingi oleh Plt. kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang Dr. Indiyah Nurhayati, M.Pd serta Kepala SMA Negeri 1 Dampit Yudi Krisdianto, S.Pd.
Pilot Project: 29 SMA Negeri di Jawa Timur
Selain peluncuran di SMAN 1 Dampit, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menunjuk 29 SMA Negeri sebagai pilot project untuk program School Food Care. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di 24 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dalam pemberitaan Suara Surabaya (13 Mei 2025), disebutkan bahwa setiap sekolah pilot project diharapkan mampu mengelola hasil perkebunan sekolah untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan sekolah, sekaligus menjual hasilnya untuk mendanai pengembangan lanjutan. Jenis komoditas yang ditanam di antaranya kacang tanah, kacang hijau, ketela rambat, cabai, terong ungu, tomat, bayam, bunga kol, daun kenikir, nanas merah, dan belimbing.
Sumber: Suara Surabaya – Dinas Pendidikan Jatim Tunjuk 29 SMA Negeri sebagai Pilot Project School Food Care
Kadisidk Jatim panen Pisang Sang Mulyo yang menjadi ciri khas Kota Dampit tepatnya Desa Srimulyo yang ditanam di SMAN 1 Dampit sebagai salah satu identitas unik Kecamatan Dampit.
Implementasi di SMAN 1 Dampit
Kepala SMAN 1 Dampit, Yudi Krisdianto, S.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah telah memanfaatkan limbah dan bahan yang ada untuk mendukung program ini.
“Kami memanfaatkan semua bahan, limbah dan sampah yang ada di sekolah untuk program SFC. Mulai dari membuat eco enzim, pupuk cair, pupuk padat, urban farming, dan padi gogo. Sekolah kami lebih bersih dan siswa bisa belajar berwirausaha.”
Sumber: Radar Malang – Kepala Dispendik Prov Jatim Resmikan School Food Care di SMAN 1 Dampit, 13 September 2025.
Pesan dari Kepala Dinas Pendidikan Jatim
Dr. Aries Agung Paewai menekankan bahwa School Food Care bukan hanya program bercocok tanam, melainkan langkah strategis untuk membangun budaya sehat di sekolah.
“Sekolah harus menjadi tempat yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menjamin tumbuh kembang anak melalui akses makanan sehat dan bergizi. School Food Care adalah solusi nyata untuk mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.”
Peresmian SMAN 1 Dampit sebagai bagian dari pilot project School Food Care menandai komitmen nyata Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam mewujudkan sekolah yang mendukung ketahanan pangan, lingkungan hijau, pendidikan karakter, dan kesehatan siswa. SMAN 1 Dampit diharapkan menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur.